14
Jan
10

Project Management dalam Keseharian (Apa, bagaimana?)

Menanggapi komentar dari Saudara Harbowo, sehubungan dengan tugas sebagai seorang PM, disini penulis akan ambilkan contoh dengan pembangunan sebuah rumah. Ini contoh yang sangat mudah dipahami, demikian juga dengan implementasinya. Disisi lain, penulis juga memiliki pengalaman dalam hal ini, walaupun bukan dari lulusan teknik sipil ataupun arsitektur, tapi cukup aplikatif jika dianalogikan. Tentu saja dengan masukan dari sana sini, terutama dari para expert di bidangnya.

Jika dibandingkan dengan tahapan dari awal sampai akhir, kurang lebih detail job yang harus dilewati dalam sebuah project adalah:

1.Initiating (pembukaan)
2.Planning (perencanaan)
3.Executing (pelaksanaan)
4.Monitoring (monitoring/pengawasan)
5.Closing (penutup)

Berikut penjelasan dari masing-masingnya:

1.Initiating (pembukaan)

Pada tahap ini, akan diputuskan dari sisi analisa terlebih dahulu, apakah akan membeli rumah yang langsung jadi? atau akan membangun? ataukah cukup dengan menyewa? Disini pilihan final-nya untuk diputuskan membangun tentu saja didasarkan pada pertimbangan banyak faktor. Jadi pada tahap ini, semua analisa dan perhitungan harus dimasukkan sebagai dasar untuk memutuskan. Demikian juga dengan pemilihan dari ukuran rumah, apakah akan digunakan untuk 4 orang atau 8 orang dan seterusnya, akan dibangun di daerah mana? lokasi yang jauh dari jalan raya? atau cukup di kampung dekat desa?

Tentu saja dari sini akan banyak pertimbangan yang perlu direnungkan. RUmah yang jauh dari sarana industri, yang dekat dengan pedesaan yang tidak terlalu ramai, dengan kondisi lingkungan yang baik untuk perkembangan anak (misalnya) bisa jadi merupakan pertimbangan dalam memilih tempat yang terletak agak jauh dari kota. Demikian juga dengan kemudahan untuk akses ke sarana hiburan, atau yang lainnya.

(bersambung)

14
Jan
10

Tips untuk Menggunakan SQL Server 2000 64-Bit

Oleh: Brad McGehee
17 April 2003

SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edition memungkinkan SQL Server untuk mengambil keuntungan dari 64-bit address space yang disediakan oleh Intel 64-Bit Itanium CPU dan Windows Server 2003 64-Bit Edition. Anda harus memiliki ketiga komponen – SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edition, Windows Server 2003, dan Itanium CPU – untuk membuat semua ini bekerja.

SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edisi 64-Bit termasuk versi dari mesin database SQL Server, SQL Server Agent, dan Analisis Services. Di sisi lain, Enterprise Manager, Query Analyzer dan DTS Designer masih 32-Bit aplikasi.

Sebuah fitur baru SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edisi adalah bahwa setup database SQL Server Analysis Services mesin dan dapat dilakukan dari satu program setup, bukan dua program setup. Ini membantu mengurangi waktu instalasi.

Versi sebelumnya SQL Server 2000 yang terbatas pada memori 64GB, dan membutuhkan Windows 2000 Server Data Pusat edisi. Di samping itu, dukungan memori 4GB di atas tidak asli, tapi diperlukan dukungan dari memori AWE ekstensi.

SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edition, bersama dengan Windows 2003 64-Bit Edition mendukung secara native hingga 512GB memori yang diakses, sangat meningkatkan SQL Server’s skalabilitas dan kinerja. Meningkatkan kinerja terbesar yang SQL Server 64-bit adalah menawarkan dukungan asli dalam jumlah besar RAM. Peningkatan hasil RAM dalam buffer cache yang lebih besar, yang berarti bahwa kurang disk I / O yang dibutuhkan untuk menjalankan SQL Server. Selain itu, kinerja tambahan manfaat dari SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edisi termasuk meningkatkan penggunaan CPU dan memori. Ini adalah di atas kinerja manfaat yang diperoleh dengan menggunakan Windows Server 2003 64-Bit Edition.

SQL Server 2000 database yang kompatibel dengan SQL Server 2000 64-Bit EnterpriseEdition, sehingga migrasi seharusnya tidak menjadi masalah. Anda dapat dengan mudah meng-upgrade database saat ini dengan memisahkan dan reattaching mereka, atau dengan membackup dan kemudian mengembalikan database.

Jika Anda memiliki aplikasi SQL Server yang menggunakan lebih dari 4GB memori, atau telah maxed out CPU dan disk I / O kemampuan, maka Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk pindah ke versi baru ini SQL Server. [64-Bit SQL Server 2000] Diperbarui 4-1-2003

catatan: Tulisan ini diposting dalam rangka untuk menjajaki menggunakan sql server 64 bit, dibandingkan dengan yg biasa digunakan 32 bit.

13
Jan
10

Motivasi: Ini Terjadi Untuk Menguatkan Saya!

Artikel bagus, saat kita menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan, dimana kita dihadapkan pada banyak pilihan.

Silahkan mengikuti ……

Judul di atas, awalnya adalah “Merasa Bahagia Ketika Merasa Tidak Bahagia”.
Karena “bahagia” adalah konsep yang luas, umum, dalam, dan terlalu abstrak,
judul itu saya ganti menjadi seperti di atas. Sebab, note ini bercerita
tentang *”state”*, yaitu kondisi mental pada suatu titik waktu tertentu, di
mana Anda merasa susah terkait dengan sesuatu atau berbagai fenomena di
dalam kehidupan. Menggeser state adalah skill penting Anda dari waktu ke
waktu, dari menit ke menit, dan dari saat ke saat. Dari susah menjadi
senang. Dari berat menjadi ringan. Ini, adalah tentang *manajemen mood*.

Perasaan, emosi, dan mental manusia adalah sesuatu yang sangat unik dan
dahsyat. Ia bisa berubah-ubah dalam waktu yang *sangat singkat*atau bahkan *
tiba-tiba*. Dalam masing-masing keadaan yang berubah-ubah dan berganti-ganti
itu, dampaknya sangat luar biasa. Satu keadaan bisa sangat *menguatkan*, dan
satu keadaan yang lain bisa sangat *melemahkan*. Menguatkan atau melemahkan
diri sendiri, orang lain, dan kinerja Anda.

Di suatu menit, perasaan Anda sedang tenang dan nyaman. Kemudian, datanglah
ke dalam pikiran Anda berbagai situasi, keadaan, atau fenomena yang
serta-merta *menjungkirbalikkan* semuanya. Menit berikutnya, Anda seperti
sedang berada di atas kobaran api dengan asap yang menyesakkan.

Ketahuilah bahwa jika itu terjadi, Anda sebenarnya *telah terlanjur*melewati
suatu titik yang disebut dengan *”decision point”*, yaitu sebuah titik
persimpangan jalan, di mana *keputusan* dan *pilihan*(bawah sadar) Anda,
akan sangat berpengaruh pada kinerja, produktifitas, kreatifitas, mood dan
perasaan Anda di menit-menit berikutnya. Atau bahkan di sepanjang sisa hari,
atau malah mungkin berhari-hari.

Anda telah terlanjur melewati titik itu dengan ketidakberdayaan. Padahal
ketahuilah, *decision point* dan memiliki kemampuan untuk *memilih*, adalah
esensi *kemanusiaan* Anda. Tidak patut jika Anda teruskan menyia-nyiakannya.

Di titik itu, Anda sebenarnya dihadapkan pada dua pilihan:

*YA* – Untuk bad mood, atau
*TIDAK* – Untuk bad mood.

Sangat bisa jadi, Anda tak pernah *menyadari* ini. Anda sudah terlanjur*
terbiasa*. Anda sudah terbiasa menjatuhkan pilihan *YA* pada bad mood.
Mungkin juga, ini sudah berlangsung dan menjadi *”default”* strategi
berpikir Anda selama ini.

Untuk bisa menjadi lebih baik dalam mengelola mood, Anda perlu*mundur*
selangkah
lebih dahulu. Yaitu, ke wilayah *sebelum* decision point. Di zona “pra” ini,
Anda perlu membiasakan sebuah *kesadaran*. Kesadaran yang mampu memahami dan
mengidentifikasi, bahwa beberapa saat lagi, akan muncul decision point di
mana Anda harus*memilih*.

Secara teknis, membiasakan kesadaran di zona”pra” adalah mengaktivasi
kembali pola kerja *TDS* Anda (TDS = *Trans-Derivational Search*, mencari
informasi dalam database memori Anda tanpa logika), yang selama ini sudah
terlanjur *malas* dan berjalan *tidak sesuai* SOP (standard operating
procedure) yang telah dikodifikasikan oleh Pencipta “komputer Anda”.

Jika Anda berhasil membangun kesadaran ini dan menjadikannya sebagai sebuah
*kebiasaan baru*, maka kondisi “pasca” decision point Anda, akan cenderung
menjadikan perasaan Anda lebih *aman dan nyaman*. Dan pilihan Anda, akan
bergeser menjadi seperti ini:

*YA* – Untuk good mood.
*TIDAK* – Untuk bad mood.

Perhatikan baik-baik pilihan di atas. Yang *manapun* yang Anda pilih,
cenderung akan menyenangkan Anda. Dahsyat bukan? Sedahsyat inilah sebenarnya
kemampuan pikiran bawah sadar Anda.

Bagaimanakah cara praktisnya?

Berikut ini adalah sebuah cara yang powerful. Saya ambil inspirasinya dari
cara yang ditawarkan oleh Lori Snyder, seorang coah pengembangan diri. Saya
adopsi, saya akomodasi, saya modifikasi, saya perjelas dan permudah, agar *
mudah* Anda implementasikan.

*1. IN ITERJADI UNTUK MENGUATKAN SAYA!*

Saat mood buruk itu datang dan belum terlanjur mendominasi Anda, biasakan
Anda untuk mengatakan kalimat berikut ini,

*”Ini terjadi untuk menguatkan saya!”*

Jika perlu, Anda bisa mengatakannya dengan eksplisit atau bahkan dengan
berteriak.

Dititik ini, kalimat ini, secara *langsung* akan mengkonversi dan
menyalurkan energi *netral* Anda menjadi energi yang *lebih positif* dan*
berdaya*.

*2. YA – UNTUK GOOD MOOD*

*Langsunglah* merasa senang, pada detik Anda menyadari bahwa Anda bisa
merasakan datangnya perasaan susah. Lho! Kok? Ya benar sekali.

Sebab, itu adalah *tanda* yang *paling jelas*, yang *membuktikan* bahwa Anda
hidup. *Sadarilah* bahwa Anda bukan zombie atau mayat hidup. Anda bukan
hantu gentayangan atau mumi berbalut perban.

Di titik ini, pelan tapi pasti, Anda akan mulai melihat adanya *pilihan*.
Anda memasuki titik decision point.

*3. PILIH*

Pilihan *terbaik* Anda adalah yang berikut ini.

*Karena Anda sadar,
bahwa Anda sedang hidup,
di suatu waktu,
di mana Anda mulai merasakan perasaan susah,
dan ingin merasa senang,
maka sesungguhnyalah,
Anda sedang punya kekuatan untuk memilih,
untuk hidup di dalam waktu itu,
dengan senang.*

Waktu itu adalah *SEKARANG*.

Di titik ini, perasaan Anda mulai *bergeser* dan mulai *bertransformasi*.

*4. FOKUS PADA HAL BAIK DAN POSITIF*

Jika Anda sudah bisa *menyelami* pergeseran perasaan ini, mulailah
mengidentifikasi berbagai *hal baik* yang Anda inginkan terjadi pada *diri*
dan *perasaan* Anda.

Sampaikan ini kepada diri Anda sendiri,

*”Aku mau senang, dan aku mau makin kuat.”*

Di titik ini, Anda akan mulai *berdaya*.

*5. TEMUKAN KEBENARAN*

Sadarilahi bahwa rasa susah yang Anda derita, adalah *baik*
dan*memang* diciptakan
untuk *menguatkan* Anda. *Terbukti*, Anda sudah melangkah sampai ke tahap 5
ini. Dan ketahuilah, apa yang terjadi*adalah terjadi* karena memang membawa
*maksud-maksud baik* di belakangnya. Seperti yang berikut ini.

*6. KEJERNIHAN PIKIRAN*

Temukanlah berbagai hal pada diri Anda, yang membuat Anda sampai merasa *
susah*. Mulailah memilah dan memisahkannya dari berbagai hal yang membuat
Anda merasa *senang*.

Semakin jelas Anda memisahkan keduanya, maka semakin jelas langkah-langkah *
solusi* yang perlu Anda tempuh.

*”Saya merasa guilty karena ada sesuatu yang tidak saya kerjakan.”
“Saya merasa tidak nyaman karena baru saja memarahi orang.”
“Dunia ini seperti mau kiamat, saya dicaci-maki habis-habisan.”*

Identifikasi juga obat, resep, dan fenomena yang dapat menciptakan kondisi *
sebaliknya*. Anda sendiri yang tahu pasti.

Di titik ini, calon-calon *solusi* itu mulai tampak.

Jika berbagai kemungkinan solusi itu sudah semakin jelas, ambillah waktu
sebentar untuk *beristirahat*. Beberapa menit atau beberapa saat. Rilekskan
*tubuh* dan *pola nafas* Anda.

Lanjutkan ke tahap berikut ini. Setelah itu Anda bisa kembali ke tahap 6
ini, dan mengerjakan PR Anda merumuskan solusi.

*7. PENGENDAPAN DAN KONTEMPLASI*

Santailah sejenak. Lihat, dengar, rasakan, cium, cecap, atau sentuh apapun
yang *indah* dan *menyenangkan* hati Anda. Jika perlu, pergilah ke luar
ruangan, cari dan temukan segala keindahan. Jika perlu keluar gedung
sekalian.

Lihatlah awan mendung yang tak lagi semendung perasaan Anda. Lihat dan
nikmati cerahnya hari ini. Dengarkan percikan air hujan. Kalau tidak ada ya
cukup pancuran. Atau buka saja keran.

Lihatlah orang-orang yang tersenyum dan tertawa. Mungkin mereka jauh di
pojok sana atau malah di sebelah Anda. Ikutkan hati dan perasaan Anda
bersama mereka.

Setelah Anda merasa cukup, kembalilah ke tahap 6 sekali lagi untuk*menyimpulkan
solusi*.

Di titik ini, Anda menjalani miniatur dari jejak para sufi. Berangkat dari
keindahan, menuju kebaikan, dan berakhir pada kebenaran.

Ya. Benar. *Itu terjadi untuk menguatkan Anda.*

Selamat menempuh hari-hari dengan keberdayaan! Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

06
Jan
09

Tanggung Jawab Sebagai Seorang PM

Sebagai PM, beberapa syarat yang mutlak harus dimiliki :
1. Jujur, saat menjelaskan kemampuan dan pengalaman yang telah dijalaninya, terutama berkaitan dengan publik. Jujur dalam menentukan keterbatasan-keterbatasan dalam sebuah project, hasil yang akan didapatkan dan budget yang harus disediakan, baik kepada stakeholder maupun kepada public
2. Jika customer merubah kesepakatan, PM harus merubah sesuai dengan kenyataan dan terikat dengan kontrak yang baru.
3. Jika mendapatkan akses informasi yang sensitif dan rahasia, seorang PM harus bisa menjaga informasi tersebut dari hal-hal yang akan menyebabkan informasi itu tersebar di pihak yang tidak berkepentingan.

17
Des
08

Definisi Project (Project Management) bagian dua

Di beberapa organisasi/perusahaan, terkadang menganggap segala sesuatu dari sebuah pekerjaan adalah sebagai proyek (project).  Ada juga yang sebaliknya bahwa yang dianggap project adalah yang hanya melibatkan/membutuhkan budget/biaya. Sehingga jarang sekali mereka  mengerjakan project.

Adapun pengertian secara umum bahwa yang dimaksud dengan project adalah (berdasarkan definisi yang disebutkan oleh PMI-PMBOK) pekerjaan yang temporer untuk menciptakan sebuah produk atau layanan (service) yang spesifik/berbeda dari yang lain atau sebelumnya.

Temporer yang berarti sebuah pekerjaan ada akhirnya (suatu saat akan berakhir), sedangkan spesifik/unik adalah hasil dari project itu haruslah sesuatu yang unik dan lain dari yang lain (belum pernah dibuat-di dalam organisasi tersebut).

Sedangkan pekerjaan yang melibatkan rutinitas tidaklah bisa disebut dengan project.

Contoh yang bisa dikategorikan sebagai project :

Membuat aplikasi antrean (memiliki rentang waktu tertentu dengan produk yang sebelumnya belum ada yaitu sistem antrean dengan rentang pengerjaan 1 bulan)

Membuat gedung/warehouse (memiliki rentang waktu tertentu dalam pembuatannya dan menghasilkan gudang)

Membuat produk baru semisal benang/textile dengan komposisi yang baru yang memiliki kelebihan dibanding produk sebelumnya

Konversi/migrasi dari aplikasi lama ke aplikasi yang baru

Dan yang lainnya

12
Des
08

Sekilas PM (Project Management) – bagian satu

Dear pembaca,

Bagi yang terbiasa dan berkecimpung dalam dunia proyek, memiliki bekal bagi seorang pemimpin/leader dalam sebuah proyek adalah sebuah keharusan. Apakah anda dipilih karena kemampuan anda dalam mengelola sumberdaya/orang? ataukah karena anda dekat dengan pemilik proyek (sponsor)? atau karena anda memiliki team yang handal, atau karena kemampuan anda dalam merencanakan segala sesuatunya, atau kemampuan dalam berkomunikasi dan atau yang lainnya?

Dalam sebuah proyek, hanya mengandalkan kedekatan dengan sponsor dan modal tidaklah cukup. Dibutuhkan kemampuan dan keahlian yang terintegrasi. Dalam istilah project management dikenal dengan body knowledge. Knowledge ini mencakup 9 area yaitu :

1. integrasi,

2. ruang lingkup (scope),

3. waktu (time),

4. biaya (cost),

5. kualitas (quality),

6. sdm (human resource),

7. komunikasi (communication)

8. resiko(risk) dan

9. pengadaan (procurement)

11
Des
08

Today’s concerns : Initiating the Project (Everyday PM)

Describe the initiating process group.

Answer:

The main purpose of the initiating process group is to get the project approved. It begins when a project sponsor or other project initiator proposes a project and the project is accepted through the project selection methods.

The main documents produced are the project charter and the preliminary project scope statement. The project charter addresses authorization issues and the preliminary project scope statement defines the scope. In this stage, the project manager is assigned and given a level of responsibility.

High-level planning begins to account for budget, schedule, business needs, project requirements, stakeholders, assumptions and constraints, risks and scope. An analysis of various stakeholders and their needs will prevent complications later.

05
Des
08

Define quality audits (Everyday PM)

The goal of the quality audit is to improve quality on all projects, processes and procedures for both current and future endeavors.

Quality audits examine both the project and the performing organization to determine which processes, procedures and policies can be improved.

Quality audits also increase customer satisfaction. Audits ensure that the implemented items have been implemented and then look for other changes which would improve the project.

Although quality audits often focus on problems, they can also find processes or procedures that are working well and implement them into other projects.

Quality audits are often done by the performing organization’s quality assurance department, but can also be conducted by an objective project manager or by an outside source.

04
Des
08

Earned value management (Pengenalan-Project Management)

Earned Value Management (EVM) is a project management technique for measuring project progress in an objective manner. EVM has the unique ability to combine measurements of scope, schedule, and cost in a single integrated system. When properly applied, EVM provides an early warning of performance problems. Additionally, EVM promises to improve the definition of project scope, prevent scope creep, communicate objective progress to stakeholders, and keep the project team focused on achieving progress.

24
Sep
08

Siapkan Ponsel Jelang Liburan

Bila Anda berencana mudik atau berlibur saat lebaran, bukan hanya rencana perjalanan yang harus disusun. Idealnya Anda Juga menyiapkan ponsel dan nomor ponsel Anda agar komunikasi tetap lancar selama menikmati cuti bersama. Apa saja yang perlu dicermati?


Cakupan Area

Kalau Anda menggunakan nomor GSM atau CDMA mobile, seperti Fren Mobile-8 dan Smart Telecom, periksalah apakah lokasi tujuan telah termasuk dalam cakupan area operator yang Anda pakai. Tak ada salahnya membekali diri dengan nomor cadangan keluaran operator lain.

Bila Anda sehari-hari memakai nomor CDMA fixed wireless access, baik Telkom Flexi, StarOne, maupun Esia, aktifkan layanan yang memungkinkan Anda memakai nomor itu di kota lain. Namanya Flexi Combo, StarOne Jelajah, dan Esia GoGo. Silakan menanyakan detailnya ke customer service operator CDMA yang Anda gunakan.

Cek Pulsa

Sebagai pengguna kartu prabayar, pastikan nomor Anda berada dalam masa aktif, bukan masa tenggang. Periksalah apakah sisa pulsa yang tersedia masih memadai. Untuk berjaga-jaga, siapkan 1-2 lembar voucher isi ulang fisik di dompet Anda.

Sementara itu, kalau Anda pelanggan kartu pascabayar, lunasi dulu seluruh tagihan jatuh tempo sebelum menikmati libur Lebaran. Sungguh tidak nyaman bila nomor Anda diblokir gara-gara lupa membayar tagihan.

Charger & Baterai

Kalau Anda membawa kendaraan pribadi dan bakal menempuh perjalanan darat yang cukup panjang, siapkan charger yang cara pakainya ditancapkan ke colokan pemantik api di mobil. Charger seperti itu biasa disebut charger mobil, car charger, atau cigarette lighter adapter.

Menumpang kendaraan umum? Bekali diri dengan battery box yang memiliki baterai lithium internal atau battery stick yang menggunakan baterai AA. Battery box sebenarnya lebih tepat dipilih karena ia dapat mengisi ulang baterai ponsel sampai penuh. Sedangkan Battery stick hanya menjaga ponsel supaya tetap menyala selama beberapa jam.

Pilihan lain adalah membeli dan membawa baterai cadangan yang sesuaidengan ponsel anda. (Oleh: Herry S.W./JawaPos)