Arsip untuk Januari, 2010

14
Jan
10

Project Management dalam Keseharian (Apa, bagaimana?)

Sehubungan dengan tugas sebagai seorang PM, pada kesempatan ini untuk lebih memudahkan dalam memahami apa dan bagaimana ruang lingkup kerja seorang project manager, disini akansaya ambil contoh dengan pembangunan sebuah rumah. Jika anda suatu saat akan membangun sendiri sebuah rumah idaman, tentunya banyak hal yang perlu disiapkan. Contoh disini diharapkan mudah untuk dipahami, demikian juga dengan implementasinya. Disisi lain, penulis juga memiliki pengalaman dalam membangun rumah ini, walaupun sebenarnya bukan dari lulusan teknik sipil ataupun arsitektur, tapi cukup aplikatif jika dianalogikan. Tentu saja saat melakukan ini, dengan berbagai masukan (baik dari media, internet maupun majalah dan buku-buku) dari sana sini, terutama dari para expert di bidangnya.

Jika dibandingkan dengan tahapan dalam sebuah project dari awal sampai akhir kurang lebih detail job yang harus dilewati dalam sebuah project adalah sebagai berikut:

1.Initiating (pembukaan)
2.Planning (perencanaan)
3.Executing (pelaksanaan)
4.Monitoring (monitoring/pengawasan) dan
5.Closing (penutup)

Berikut penjelasan dari masing-masingnya:

1.Initiating (pembukaan)

Pada tahap ini, akan diputuskan dari sisi analisa terlebih dahulu, apakah akan membeli rumah yang langsung jadi (tinggal pilih dari developer perumahan)? atau akan membangun sendiri? ataukah cukup dengan menyewa? Jikapun akan membeli dari developer, pertimbangan untuk memilih lokasi, akses jalan, fasilitas atau bahkan kedekatan dengan famili yang lain bisa jadi pertimbangan tersendiri.

Pada tahap ini, jika pilihan final-nya diputuskan untuk membangun sendiri tentu saja didasarkan pada pertimbangan banyak faktor. Jadi pada tahap ini, semua analisa dan perhitungan harus dimasukkan sebagai dasar untuk memutuskan, apakah akan membeli, bangun sendri atau menyewa/kontrak.

Demikian juga dengan pemilihan secara lebih detail, dari mulai ukuran rumah, apakah akan digunakan untuk 4 orang atau 8 orang dan seterusnya, akan dibangun di daerah mana? lokasi yang jauh dari jalan raya? atau cukup di kampung dekat desa? Atau di lingkungan perumahan yang sudah menyediakan lahan kosong dengan segala fasilitas yang ada di sebuah hunian dalam perumahan.

Tentu saja dari sini akan banyak pertimbangan yang perlu direnungkan. RUmah yang jauh dari sarana industri, yang dekat dengan pedesaan yang tidak terlalu ramai, dengan kondisi lingkungan yang baik untuk perkembangan anak (misalnya) bisa jadi merupakan pertimbangan dalam memilih tempat yang terletak agak jauh dari kota. Demikian juga dengan kemudahan untuk akses ke sarana hiburan, atau yang lainnya.

Apapun keputusan akhir, harus ditentukan oleh yang memiliki wewenang, dalam hal ini suami dan istri, dengan masukan dan pertimbangan dari saudara, teman, tetangga dan yang lainnya.

Dalam sebuah project, tidak jauh berbeda dengan kasus ini, pada tahap ini hasil final merupakan putusan dari stakeholder, yaitu mereka yang berkepentingan akan project ini yang diharapkan dengan project ini akan mendapatkan manfaat maupun kemudahan dalam proses produksi, ataupun efisiensi dalam proses pengerjaannya.

Pilihan yang sama juga akan berlaku, apakah akan menggunakan product yang sudah jadi (tinggal beli) ataupun bisa sewa/rent, atau bahkan harus diputuskan untuk membangun/membuat sendiri. Keputusan ini tentu saja berdasarkan waktu, biaya, ruang lingkup maupun sumberdaya yang dibutuhkan, yang dalam istilah project management adalah triple constraint: time, cost & scope.

(bersambung)

14
Jan
10

Tips untuk Menggunakan SQL Server 2000 64-Bit

Oleh: Brad McGehee
17 April 2003

SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edition memungkinkan SQL Server untuk mengambil keuntungan dari 64-bit address space yang disediakan oleh Intel 64-Bit Itanium CPU dan Windows Server 2003 64-Bit Edition. Anda harus memiliki ketiga komponen – SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edition, Windows Server 2003, dan Itanium CPU – untuk membuat semua ini bekerja.

SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edisi 64-Bit termasuk versi dari mesin database SQL Server, SQL Server Agent, dan Analisis Services. Di sisi lain, Enterprise Manager, Query Analyzer dan DTS Designer masih 32-Bit aplikasi.

Sebuah fitur baru SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edisi adalah bahwa setup database SQL Server Analysis Services mesin dan dapat dilakukan dari satu program setup, bukan dua program setup. Ini membantu mengurangi waktu instalasi.

Versi sebelumnya SQL Server 2000 yang terbatas pada memori 64GB, dan membutuhkan Windows 2000 Server Data Pusat edisi. Di samping itu, dukungan memori 4GB di atas tidak asli, tapi diperlukan dukungan dari memori AWE ekstensi.

SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edition, bersama dengan Windows 2003 64-Bit Edition mendukung secara native hingga 512GB memori yang diakses, sangat meningkatkan SQL Server’s skalabilitas dan kinerja. Meningkatkan kinerja terbesar yang SQL Server 64-bit adalah menawarkan dukungan asli dalam jumlah besar RAM. Peningkatan hasil RAM dalam buffer cache yang lebih besar, yang berarti bahwa kurang disk I / O yang dibutuhkan untuk menjalankan SQL Server. Selain itu, kinerja tambahan manfaat dari SQL Server 2000 64-Bit Enterprise Edisi termasuk meningkatkan penggunaan CPU dan memori. Ini adalah di atas kinerja manfaat yang diperoleh dengan menggunakan Windows Server 2003 64-Bit Edition.

SQL Server 2000 database yang kompatibel dengan SQL Server 2000 64-Bit EnterpriseEdition, sehingga migrasi seharusnya tidak menjadi masalah. Anda dapat dengan mudah meng-upgrade database saat ini dengan memisahkan dan reattaching mereka, atau dengan membackup dan kemudian mengembalikan database.

Jika Anda memiliki aplikasi SQL Server yang menggunakan lebih dari 4GB memori, atau telah maxed out CPU dan disk I / O kemampuan, maka Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk pindah ke versi baru ini SQL Server. [64-Bit SQL Server 2000] Diperbarui 4-1-2003

catatan: Tulisan ini diposting dalam rangka untuk menjajaki menggunakan sql server 64 bit, dibandingkan dengan yg biasa digunakan 32 bit.

13
Jan
10

Motivasi: Ini Terjadi Untuk Menguatkan Saya!

Artikel bagus, saat kita menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan, dimana kita dihadapkan pada banyak pilihan.

Silahkan mengikuti ……

Judul di atas, awalnya adalah “Merasa Bahagia Ketika Merasa Tidak Bahagia”.
Karena “bahagia” adalah konsep yang luas, umum, dalam, dan terlalu abstrak,
judul itu saya ganti menjadi seperti di atas. Sebab, note ini bercerita
tentang *”state”*, yaitu kondisi mental pada suatu titik waktu tertentu, di
mana Anda merasa susah terkait dengan sesuatu atau berbagai fenomena di
dalam kehidupan. Menggeser state adalah skill penting Anda dari waktu ke
waktu, dari menit ke menit, dan dari saat ke saat. Dari susah menjadi
senang. Dari berat menjadi ringan. Ini, adalah tentang *manajemen mood*.

Perasaan, emosi, dan mental manusia adalah sesuatu yang sangat unik dan
dahsyat. Ia bisa berubah-ubah dalam waktu yang *sangat singkat*atau bahkan *
tiba-tiba*. Dalam masing-masing keadaan yang berubah-ubah dan berganti-ganti
itu, dampaknya sangat luar biasa. Satu keadaan bisa sangat *menguatkan*, dan
satu keadaan yang lain bisa sangat *melemahkan*. Menguatkan atau melemahkan
diri sendiri, orang lain, dan kinerja Anda.

Di suatu menit, perasaan Anda sedang tenang dan nyaman. Kemudian, datanglah
ke dalam pikiran Anda berbagai situasi, keadaan, atau fenomena yang
serta-merta *menjungkirbalikkan* semuanya. Menit berikutnya, Anda seperti
sedang berada di atas kobaran api dengan asap yang menyesakkan.

Ketahuilah bahwa jika itu terjadi, Anda sebenarnya *telah terlanjur*melewati
suatu titik yang disebut dengan *”decision point”*, yaitu sebuah titik
persimpangan jalan, di mana *keputusan* dan *pilihan*(bawah sadar) Anda,
akan sangat berpengaruh pada kinerja, produktifitas, kreatifitas, mood dan
perasaan Anda di menit-menit berikutnya. Atau bahkan di sepanjang sisa hari,
atau malah mungkin berhari-hari.

Anda telah terlanjur melewati titik itu dengan ketidakberdayaan. Padahal
ketahuilah, *decision point* dan memiliki kemampuan untuk *memilih*, adalah
esensi *kemanusiaan* Anda. Tidak patut jika Anda teruskan menyia-nyiakannya.

Di titik itu, Anda sebenarnya dihadapkan pada dua pilihan:

*YA* – Untuk bad mood, atau
*TIDAK* – Untuk bad mood.

Sangat bisa jadi, Anda tak pernah *menyadari* ini. Anda sudah terlanjur*
terbiasa*. Anda sudah terbiasa menjatuhkan pilihan *YA* pada bad mood.
Mungkin juga, ini sudah berlangsung dan menjadi *”default”* strategi
berpikir Anda selama ini.

Untuk bisa menjadi lebih baik dalam mengelola mood, Anda perlu*mundur*
selangkah
lebih dahulu. Yaitu, ke wilayah *sebelum* decision point. Di zona “pra” ini,
Anda perlu membiasakan sebuah *kesadaran*. Kesadaran yang mampu memahami dan
mengidentifikasi, bahwa beberapa saat lagi, akan muncul decision point di
mana Anda harus*memilih*.

Secara teknis, membiasakan kesadaran di zona”pra” adalah mengaktivasi
kembali pola kerja *TDS* Anda (TDS = *Trans-Derivational Search*, mencari
informasi dalam database memori Anda tanpa logika), yang selama ini sudah
terlanjur *malas* dan berjalan *tidak sesuai* SOP (standard operating
procedure) yang telah dikodifikasikan oleh Pencipta “komputer Anda”.

Jika Anda berhasil membangun kesadaran ini dan menjadikannya sebagai sebuah
*kebiasaan baru*, maka kondisi “pasca” decision point Anda, akan cenderung
menjadikan perasaan Anda lebih *aman dan nyaman*. Dan pilihan Anda, akan
bergeser menjadi seperti ini:

*YA* – Untuk good mood.
*TIDAK* – Untuk bad mood.

Perhatikan baik-baik pilihan di atas. Yang *manapun* yang Anda pilih,
cenderung akan menyenangkan Anda. Dahsyat bukan? Sedahsyat inilah sebenarnya
kemampuan pikiran bawah sadar Anda.

Bagaimanakah cara praktisnya?

Berikut ini adalah sebuah cara yang powerful. Saya ambil inspirasinya dari
cara yang ditawarkan oleh Lori Snyder, seorang coah pengembangan diri. Saya
adopsi, saya akomodasi, saya modifikasi, saya perjelas dan permudah, agar *
mudah* Anda implementasikan.

*1. IN ITERJADI UNTUK MENGUATKAN SAYA!*

Saat mood buruk itu datang dan belum terlanjur mendominasi Anda, biasakan
Anda untuk mengatakan kalimat berikut ini,

*”Ini terjadi untuk menguatkan saya!”*

Jika perlu, Anda bisa mengatakannya dengan eksplisit atau bahkan dengan
berteriak.

Dititik ini, kalimat ini, secara *langsung* akan mengkonversi dan
menyalurkan energi *netral* Anda menjadi energi yang *lebih positif* dan*
berdaya*.

*2. YA – UNTUK GOOD MOOD*

*Langsunglah* merasa senang, pada detik Anda menyadari bahwa Anda bisa
merasakan datangnya perasaan susah. Lho! Kok? Ya benar sekali.

Sebab, itu adalah *tanda* yang *paling jelas*, yang *membuktikan* bahwa Anda
hidup. *Sadarilah* bahwa Anda bukan zombie atau mayat hidup. Anda bukan
hantu gentayangan atau mumi berbalut perban.

Di titik ini, pelan tapi pasti, Anda akan mulai melihat adanya *pilihan*.
Anda memasuki titik decision point.

*3. PILIH*

Pilihan *terbaik* Anda adalah yang berikut ini.

*Karena Anda sadar,
bahwa Anda sedang hidup,
di suatu waktu,
di mana Anda mulai merasakan perasaan susah,
dan ingin merasa senang,
maka sesungguhnyalah,
Anda sedang punya kekuatan untuk memilih,
untuk hidup di dalam waktu itu,
dengan senang.*

Waktu itu adalah *SEKARANG*.

Di titik ini, perasaan Anda mulai *bergeser* dan mulai *bertransformasi*.

*4. FOKUS PADA HAL BAIK DAN POSITIF*

Jika Anda sudah bisa *menyelami* pergeseran perasaan ini, mulailah
mengidentifikasi berbagai *hal baik* yang Anda inginkan terjadi pada *diri*
dan *perasaan* Anda.

Sampaikan ini kepada diri Anda sendiri,

*”Aku mau senang, dan aku mau makin kuat.”*

Di titik ini, Anda akan mulai *berdaya*.

*5. TEMUKAN KEBENARAN*

Sadarilahi bahwa rasa susah yang Anda derita, adalah *baik*
dan*memang* diciptakan
untuk *menguatkan* Anda. *Terbukti*, Anda sudah melangkah sampai ke tahap 5
ini. Dan ketahuilah, apa yang terjadi*adalah terjadi* karena memang membawa
*maksud-maksud baik* di belakangnya. Seperti yang berikut ini.

*6. KEJERNIHAN PIKIRAN*

Temukanlah berbagai hal pada diri Anda, yang membuat Anda sampai merasa *
susah*. Mulailah memilah dan memisahkannya dari berbagai hal yang membuat
Anda merasa *senang*.

Semakin jelas Anda memisahkan keduanya, maka semakin jelas langkah-langkah *
solusi* yang perlu Anda tempuh.

*”Saya merasa guilty karena ada sesuatu yang tidak saya kerjakan.”
“Saya merasa tidak nyaman karena baru saja memarahi orang.”
“Dunia ini seperti mau kiamat, saya dicaci-maki habis-habisan.”*

Identifikasi juga obat, resep, dan fenomena yang dapat menciptakan kondisi *
sebaliknya*. Anda sendiri yang tahu pasti.

Di titik ini, calon-calon *solusi* itu mulai tampak.

Jika berbagai kemungkinan solusi itu sudah semakin jelas, ambillah waktu
sebentar untuk *beristirahat*. Beberapa menit atau beberapa saat. Rilekskan
*tubuh* dan *pola nafas* Anda.

Lanjutkan ke tahap berikut ini. Setelah itu Anda bisa kembali ke tahap 6
ini, dan mengerjakan PR Anda merumuskan solusi.

*7. PENGENDAPAN DAN KONTEMPLASI*

Santailah sejenak. Lihat, dengar, rasakan, cium, cecap, atau sentuh apapun
yang *indah* dan *menyenangkan* hati Anda. Jika perlu, pergilah ke luar
ruangan, cari dan temukan segala keindahan. Jika perlu keluar gedung
sekalian.

Lihatlah awan mendung yang tak lagi semendung perasaan Anda. Lihat dan
nikmati cerahnya hari ini. Dengarkan percikan air hujan. Kalau tidak ada ya
cukup pancuran. Atau buka saja keran.

Lihatlah orang-orang yang tersenyum dan tertawa. Mungkin mereka jauh di
pojok sana atau malah di sebelah Anda. Ikutkan hati dan perasaan Anda
bersama mereka.

Setelah Anda merasa cukup, kembalilah ke tahap 6 sekali lagi untuk*menyimpulkan
solusi*.

Di titik ini, Anda menjalani miniatur dari jejak para sufi. Berangkat dari
keindahan, menuju kebaikan, dan berakhir pada kebenaran.

Ya. Benar. *Itu terjadi untuk menguatkan Anda.*

Selamat menempuh hari-hari dengan keberdayaan! Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.