Namanya tenar hampir di seluruh penjuru dunia.

Belakangan, tanaman ini juga mulai populer di Indonesia.
Seberapa besarkah khasiatnya? Sebut saja namanya Rosella, atau yang lebih dikenal dengan nama teh merah, sejatinya tanaman ini sudah lama ada di Indonesia.

Hanya saja, ia disebut dengan nama yang berbeda di setiap daerah.
memang banyak orang yang beranggapan berbeda tentang asal mula rosella tersebut. Ada yang bilang bahwa rosella berasal dari afrika, namun ada juga yang bilang rosella berasal dari india. Namun yang jelas bahwa sesungguhnya rosella telah banyak ditemukan di indonesia sejak beberapa abad yang lalu. Hanya saja masyarakat indonesia belum begitu mengenal manfaat atau khasiat dari rosella tersebut. Barulah pada akhir-akhir ini diketahui bahwa teh merah rosella memiliki manfaat yang banyak sekali, namun tidak mengakibatkan efek samping seperti pada teh yang lainnya.

Menengok sekilas cerita beberapa abad yang lalu, keberadaan bunga Rosella saat ini bagaikan perantau yang pulang kembali ke kampung halaman.
Pada tahun 1576 seorang ahli botani asal Belanda bernama M. de L’Obel menemukan tanaman ini ditanam di halaman sebuah rumah di Pulau Jawa.

Ada yang berpendapat, Rosella berasal dari India. Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14.
Mungkin karena belum diketahui khasiatnya, dulu Rosella belum dikenal seperti sekarang.

Benih tanaman bunga Rosella dibawa oleh para budak dari afrika dan kemudian tumbuh di berbagai belahan dunia, di antaranya Sudan, Mexico, Jamaica, Brazil, Panama, hingga beberapa negara bagian Amerika dan Australia.
Bunga Rosella kering yang dimanfaatkan dengan cara diseduh seperti teh sangat populer.

Bunga Rosella segar juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk makanan seperti puding, campuran salad, hingga selai dan sirup.
Selain rasanya yang enak, rosella yang satu ini memang memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap seperti:

  • diuretik (melancarkan air seni)
  • onthelmintic(membasmi cacing)
  • anti bakteri
  • antiseptik
  • anti radang
  • menurunkan panas
  • meluruhkan dahak
  • menurunkan tekanan darah
  • mengurangi kekentalan darah
  • menstimulasi gerak peristaltik usus
  • Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda nyeri
  • Kelopak Rosella juga dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker darah.

PENELITIAN :

Kaya Antioksidan Di Indonesia, penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktivitas antioksidan pada kelopak Rosella pernah diteliti oleh Ir Didah Nurfaridah pada tahun 2005.

Dalam penelitiannya tersebut, ditemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop.
Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin.

Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga Rosella, dan bersifat antioksidan.

  • “Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat radikal bebas.
    Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan.
    Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker,” ujar Didah. Perbandingan kadar antosianin yang bersifat antioksidan dapat dilihat dari kepekatan warna merah pada rosella.”Semakin pekat warna merah pada bunga Rosella, rasanya akan semakin asam. Dan kandungan antosianinnya semakin banyak.
    Dengan demikian, kandungan antioksidannya juga semakin banyak,”.
  • Sayangnya, kadar antioksidan dalam bunga Rosella menjadi berkurang jika dikeringkan dengan proses pemanasan (dipanggang dalam oven).
    Kadar senyawa berkhasiat yang terkandung dalam kelopak Rosella berada pada tingkat tertinggi jika dikonsumsi dalam bentuk segar.
  • Antikanker dan Antihipertensi Di antara banyak khasiatnya, Rosella diunggulkan sebagai herba antikanker dan hipertensi.
    Ini sesuai dengan uji pra klinis yang dilakukan oleh Yun Ching Chang, seorang peneliti dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University di Taiwan.
    Yun Ching Chang menemukan bahwa pigmen alami dari kelopak kering Rosella terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus mematikan sel kanker HL-60 (kanker darah atau leukemia).
    Pigmen ini jugs berperan dalam proses apoptosis (bunuh diri) sel kanker.
  • Sementara itu, Maureen Williams, ND, seorang dokter naturopati dari Bastyr University di Seattle, Amerika Serikat, telah melakukan studi terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga sedang yang berada dalam kondisi sehat dan tidak melakukan pengobatan apa pun sejak sebulan sebelum penelitian diujikan.
    Secara acak, sebagian orang diminta untuk mengonsumsi teh Rosella sebanyak satu setengah liter sebelum sarapan setiap hari.
    Sebagian lagi mengonsumsi 25 mg obat antihipertensi.
    Setelah empat minggu, ternyata tekanan darah diastolik berkurang hingga sepuluh angka untuk 79% orang yang mengonsumsi teh Rosella dan 84% pada orang yang mengonsumsi obat antihipertensi.
    Belum pernah dilaporkan efek samping yang serius akibat konsumsi kelopak Rosella selain jantung berdebar.

Namun Peter Hardwick dari jurnal Australian Food Plants Study Group Newsletter mengatakan bahwa ada spesies lain dari Rosella yang disebut Native Rosella (Hibiscus heterophyllus) yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi.
Bunga segarnya mirip Rosella (Hibiscus sabdariffa).

Oleh karena itu, hati-hati, jangan sampai salah pilih, jangan sampai tertipu dengan harga yang murah tapi tidak aman dikonsumsi. Pastikan anda mendapatkan teh merah bunga rosella dari distributor resmi kami, karena produk kami sudah benar-benar teruji, dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan. 100 % Asli, aman, berkhasiat, dan tanpa efek samping.

Iklan