Dipasaran terdapat bbrp jenis Olive Oil tergantung pd proses ekstrasinya.

Extra Virgin Olive Oil minyak paling murni merupakan hasil ekstrasi pertama, warnanya kehijauan. Bagus digunakan untuk campuran makanan matang, antara lain salad, topping pizza, campuran sayur rebus, atau sebagai celupan roti. Jenis ini tidak bagus untuk menggoreng atau menumis karena kadar acidity regulation alias kandungan minyaknya sangat rendah, selain itu rasa dan aromanya lebih tajam. Untuk diminum sebaiknya yang jenis ini.

Virgin Olive Oil warna hijau kekuningan, minyak zaitun murni ditambahkan minyak zaitun sulingan dg tujuan untuk meningkatkan potensi antioksidanya yg hilang selama proses pengolahan minyak zaitun sulingan.

Pure Olive Oil warna kekuningan. Cocok digunakan untuk menumis atau menggoreng, namun bisa juga digunakan sebagai tambahan pada makanan matang.

Extra Light Olive Oil warna lebih jernih dari Pure Olive Oil. Sempurna untuk menggoreng atau menumis, dapat juga digunakan sebagai campuran kue atau es krim.

Light Olive Oil kadar asamnya lebih banyak dari Extra Virgin Olive Oil n Virgin Olive Oil, diatas 4%. Ada pengalaman di pabrik penyulingan minyak zaitun di Tripoli. Sementara Extra Virgin Olive Oil kadar asamnya 0,5-1% warna yg dihasilkan kehijauan, Virgin Olive Oil hijau kekuningan kadar asamnya sekitar 4%, nah yg Light Olive Oil warnanya kekuningan..

Hasil riset Dep. Epideminology Univ. Harvard menunjukan, wanita yg banyak menkonsumsi Olive Oil menurun 50% dari resiko terkena kanker payudara.

Iklan