Seiring dengan perkembangan kebutuhan Teknologi Informasi di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, baik untuk kalangan mahasiswa, dosen maupun staf sebagai alat bantu dalam memenuhi kebutuhan informasi dan atau lainnya yang tentunya membutuhkan aplikasi – aplikasi software tertentu yang kadangkala dalam pengadaannya membutuhkan biaya yang cukup besar dan proses yang membutuhkan waktu untuk dapat dipergunakan sebagaimana yang diharapkan dari tujuan pengguna.

Aplikasi software, termasuk software yang dikategorikan khusus atau tidak umum, membutuhkan proses pengolahan dari sumber – sumber data yang bisa saja didapatkan secara gratis atau memang membayari hak paten baik melalui jasa lisensi dan atau yang sudah jadi, tetapi tetap diperlukan proses penyesuaian dengan kondisi yang ada di pengguna masing – masing.

Seperti kita ketahui bersama pembagian kategori pekerjaan/paket sangat jelas tercantum dalam Perpres 54 Tahun 2010 atau dalam perubahan terakhir di Perpres 70 Tahun 2012 diantaranya:

  1. Barang; adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna barang;
  2. Pekerjaan Konstruksi; adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya;
  3. Jasa Konsultansi; adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware);
  4. Jasa Lainnya; adalah jasa yang membutuhkan kemampuan tertentu yang mengutamakan keterampilan (skillware) dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi, pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan Barang;
Dari definisi tersebut diatas sebetulnya dapat kita kategorikan bahwa Pengadaan atau Penyusunan Aplikasi Software termasuk dalam kategori Jasa Konsultansi yang membutuhkan keahlian di bidang keilmuan Teknologi Informasi (TI) yang tentu saja hal ini didukung dengan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan keahliannya tersebut. Hasil dari pekerjaan ini dapat dikategorikan kedalam aset yang tidak berwujud dan wajib tercatat dalam aset milik negara atau Barang Milik Negara (BMN) berupa barang tidak berwujud.
Dan dengan kategori tersebut diatas maka sangat jelas proses pengadaan tersebut diatas mengikuti kaidah – kaidah atau aturan – aturan proses pengadaan Jasa Konsultansi yang sudah ada dalam peraturan pengadaan barang dan jasa, baik yang dilaksanakan oleh Badan Usaha atau Perorangan. Dan project delivery yang dihasilkan dari kegiatan ini bukan saja aplikasi software yang sudah dapat dijalankan tetapi laporan – laporan pelaksanaan penyusunan/pembuatan dan Modul Operasi yang akan bermanfaat bagi siapapun yang bertugas sebagai Admin/Operator Aplikasi Software tersebut dikemudian hari.
Sebagai bentuk penegasan dari kategori Pengadaan/Penyusunan Aplikasi Software ini dapat kita lihat pada Sertifikasi Jasa Konsultansi di Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) sebagai kegiatan Jasa Konsultansi Non Konstruksi dalam Daftar Klasifikasi Bidang/Layanan yaitu Bidang/Layanan Jasa Telematika dengan Sub Bidang Aplikasi/Perangkat Lunak.

Semoga dengan adanya artikel ini akan menambah wawasan semua unsur civitas akademika di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam pemahaman mengenai pengakategorian bidang – bidang paket pekerjaan untuk mendukung proses Pengadaan Barang dan Jasa yang lebih baik lagi.

 

sumber : http://ulp.untirta.ac.id

Iklan